Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mixtape

Nostalgic Summer of an Escapist Dream Part II

Tahun 2010 saat lagi gemar mendengarkan musik-musik chillwave/glo-fi/hypnagogic pop, saya membuat mix bertajuk Nostalgic Summer of an Escapist Dream, berisi lagu-lagu sejenis yang dulu dibuat dalam format MP3 yang bisa diunduh di blog . 8 tahun setelah itu, di saat saya sedang meneruskan kegemaran terhadap musik-musik Jepang 70an-80an yang sudah dimulai sejak 3 tahun lalu , saya menyadari ada beberapa kesamaan kata kunci (nostalgia, musim panas, pantai, dll) antara musik-musik chillwave tersebut dengan beberapa rilisan dari para musisi Jepang yang pada era akhir 70an dan di awal 80an mulai bermain-main dengan perangkat Synthesizer. Kata-kata kunci yang sama pada 2 tahun terakhir juga mulai banyak digunakan oleh para musisi dengan label Vaporwave yang kerap menggunakan musik-musik pop Jepang era 80an sebagai sampling sekaligus mengenalkannya ke dunia barat berkat algoritma YouTube. Karena kesamaan itulah, sekarang ini saya kembali membuat mix yang tanpa sengaja jadi seperti kel...

[Mixtape] Sedatif Ringan

Mixtape terbaru yang berisi lagu-lagu yang mungkin dapat sedikit menenangkan para pengidap Aerofobia atau orang-orang yang selalu cemas dan takut saat melakukan penerbangan. Saya sendiri tidak takut terbang malah biasanya sangat menikmati selama penerbangan. Walaupun di beberapa pesawat yang saya naiki tersedia perangkat hiburan audio visual, biasanya saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendengar lagu atau playlist sendiri yang dapat didengar offline pada handphone. Tahun 2010 saya juga pernah membuat mixtape yang kurang lebih sama temanya, yakni lagu-lagu yang cocok didengar saat sedang menatap rangkaian awan dari dalam pesawat. Jadi bisa dikatakan mixtape Sedatif Ringan ini merupakan kelanjutan dari mixtape terdahulu. Selain cocok dinikmati saat sedang berada di atas pesawat, mixtape ini sepertinya juga dapat menjadi pengantar menghanyutkan untuk tidur atau teman yang baik untuk kegiatan membaca buku. Selamat mendengarkan.

Dimas Ario's Christmas Mix 2013

Gambar
Tidak terasa, tiba-tiba Natal sudah di depan mata. Tahun ini rasanya berjalan begitu cepat. Banyak hal menyenangkan yang terjadi, banyak pelajaran yang dapat diambil. Di momen Natal ini rasanya tepat untuk mensyukuri semua hal yang telah terjadi sepanjang tahun ini. Dan momen Natal juga tiada lengkap tanpa kegiatan membuat dan membagikan lagu-lagu Natal, ritual yang telah saya lakukan sejak tahun 2008.

Mixtape Indonesia 80an

Gambar
Membuat mixtape lagu-lagu Indonesia bagi saya tidak semudah membuat mixtape lagu-lagu barat. Alasan pertama: varian lagu-lagu Indonesia yang tidak begitu banyak untuk dapat disesuaikan dengan berbagai tema dan kondisi. Alasan kedua: saya juga tidak memiliki banyak materi lagu Indonesia, baik itu dalam bentuk fisik maupun digital. Cukup ironis sih. Karena harusnya sebagai orang Indonesia, bisa lebih mudah untuk memiliki koleksi lagu Indonesia yang lengkap. Namun pada kenyataannya, saya dan mungkin banyak orang di luar sana juga punya masalah yang sama, yakni kekurangan materi lagu Indonesia dalam koleksinya.

(Mixtape) Marching to the Jubilant Beat

Gambar
Bulan lalu saya diminta kawan saya, Ardo Ardhana untuk menyumbangkan mixtape dan playlist soundcloud favorit ke website Formal Norrm , yang dikelola olehnya beserta istrinya, Nina. Formal Norrm menampilkan berbagai rupa berita dan produk yang meliputi berbagai bidang seperti musik, art & design dan lifestyle. Karena mixtape saya ini ditampilkan di bulan Maret oleh karena itu judul mixtapenya harus bersinggungan nama bulan Maret. Nama Marching to the Jubilant Beat saya pilih menjadi judul mixtape ini karena masih satu nafas dengan lagu-lagu yang saya rangkai di mixtape ini yang menampilkan lagu-lagu sunshine pop yang bernuansa cerah dan positif. Silahkan menuju ke sini untuk mengunduh mixtape Marching to the Jubilant Beat.

Dimas Ario's Valentine Mix 2013 - Micro-moment of Positivity Resonance

Gambar
Beberapa minggu lalu saya membaca artikel menarik yang memaparkan hasil dari sebuah penelitian termuktahir mengenai konsep baru dari hubungan cinta. Penelitian ini juga telah dirangkum menjadi sebuah buku bertajuk Love 2.0: How Our Supreme Emotion Affects Everything We Feel, Think, Do, and Become. Dalam buku tersebut, psikolog Barbara Fredrickson mematahkan ungkapan "everlasting love" "true love" atau kisah-kisah cinta bombastis yang selama ini kita kenal melalui novel, film atau musik yang dapat membuat pengharapan akan hubungan cinta ideal semakin tinggi. Karena sebaliknya menurut buku tersebut cinta itu terjadi dengan lebih sederhana. Dibentuk oleh momen-momen kecil di kehidupan kita ketika berinteraksi dengan sesama dan dapat menghasilkan energi positif. Karena itu Barbara Fredrickson menyebut cinta sebagai "micro-moment of positivity resonance" yang akhirnya saya jadikan judul mixtape Valentine ini.

Dimas Ario's Favorite Songs of 2012 (Part Two)

Gambar
Ini adalah bagian kedua dari seri lagu-lagu rilisan 2012 terfavorit. Setelah 12 lagu dari musisi mancanegara , sekarang ini saya mau berbagi 12 lagu dari musisi tanah air yang kerap saya putar sepanjang 2012. Kebanyakan dari lagu-lagu ini adalah single dan belum memiliki album. Beberapanya malah versi demo yang saya temui di Soundcloud. Berbicara mengenai Soundcloud, saya kini sangat menikmati browsing lagu di Soundcloud, terutama mencari band-band lokal yang berpotensi. Kegemaran saya mencari band-band lokal berpotensi adalah sebuah kegemaran yang telah saya lakukan sejak tahun 2007. Awalnya gara-gara tuntutan pekerjaan terdahulu yang mengharuskan saya mencari talenta-talenta baru yang belum banyak mendapat sorotan. Namun akhirnya, kegiatan pencarian ini berlanjut dan menjadi kegiatan rutin yang saya lakukan hingga kini, walaupun pekerjaan saya saat ini tidak lagi menuntut hal tersebut.

Dimas Ario's Christmas Mix 2012

Gambar
"Membuat mix Natal tahunan yang kelima = udah mulai bingung lagu Natal favorit mana yang belum dan mau dimasukkan" Itulah tweet saya beberapa hari lalu saat sedang membuat mix Natal tahun ini. Membuat mix Natal selalu menjadi rutinitas akhir tahun yang menyenangkan. Sama menyenangkannya dengan membuat mix lagu-lagu rilisan terbaru yang didengar sepanjang tahun. Namun yang membedakannya, kalau lagu-lagu rilisan terbaru pasti berubah-rubah tiap tahunnya, sementara lagu-lagu Natal tidak terlalu banyak pilihan yang baru setiap tahunnya. Biasanya lagunya sama namun didaur ulang oleh banyak penyanyi atau grup musik. Atau ada juga beberapa grup musik atau penyanyi yang memang secara khusus membuat lagu Natal karya mereka sendiri. Namun yang seperti ini jumlahnya sedikit setiap tahunnya. Jadi cukup wajar jika tahun ini yang telah memasuki tahun kelima saya membuat mix Natal, saya jadi semakin sulit memilih lagu mana yang akan masuk dalam mix. Lagu-lagu yang saya masukkan ten...

Dimas Ario's Favorite Songs of 2012 (Part One)

Gambar
Akhir tahun selalu menjadi momen untuk kembali napak tilas dari apa yang sudah dilakukan sepanjang tahun. Apa yang sudah kita lalui, kita capai atau kita tinggalkan terkadang masing-masing memiliki penanda tertentu yang dapat kita kenang di masa depan. Bagi banyak orang, penanda tersebut adalah lagu. Lagu yang menjadi soundtrack untuk berbagai hal yang terjadi sepanjang tahun. Seperti tahun lalu , saya tidak lagi banyak mendengarkan album musik. Hanya beberapa album yang saya dengarkan intens. Sisanya, saya lebih memilih mendengarkan banyak lagu. 12 lagu yang kesemuanya rilisan 2012 di bawah ini yang saya dengarkan sepanjang tahun, menemani kisah-kisah baik suka maupun duka di 2012 yang bagi saya pribadi merupakan tahun yang penuh liku, naik dan turun. Tentunya ada banyak lagu lain yang saya dengar di tahun ini namun tidak saya masukkan dalam list ini karena bukan rilisan 2012 dan juga mungkin karena terlalu personal.

(Mixtape) Medium Rare

Gambar
Beberapa bulan belakangan, saya agak bosan dengan musik yang saya dengar. Tidak ada sesuatu yang baru yang menyegarkan. Walaupun banyak musik rilisan terbaru yang saya dengar namun tetap saja ada perasaan bosan yang menghinggapi. Lalu di suatu malam, pacar saya bertanya kepada saya soal J Dilla, produser legendaris dalam dunia Hip Hop.  Saya hanya mengetahui J Dilla ini adalah figur yang sangat disegani dalam industri musik. Karya-karyanya terus menjadi perbincangan dan terus didengar walau ia telah wafat pada tahun 2006.  Malam itu, saya jadi mendengarkan beberapa karya J Dilla yang lalu diteruskan mendengarkan karya-karya Hip Hop sejenis dari beberapa grup dan produser lainnya. Hingga saya lalu terpikir untuk membuat mixtape Hip Hop. Saat itu, saya seperti mendapatkan kesegaran baru. Mendengar dengan seksama musik yang sebelumnya saya tidak kenal dengan baik. Sebelum ini, saya hanya mengenal Hip Hop sepintas lalu. Musik Hip Hop ini merupakan musik yang saya m...

Post 100 Dan Hadiah Mixtape

Gambar
Ini adalah post saya keseratus di blog ini yang sekarang berumur dua tahun. Selama dua tahun hanya menghasilkan 100 post bukan prestasi yang bagus. Harusnya bisa lebih dari ini. Tapi selalu ada alasan kesibukan pekerjaan, waktu yang tidak ada atau keasyikan menulis di blog mikro (baca: Twitter) Statistik pengunjung blog menurut beberapa layanan penyedia data cukup baik. Walaupun tidak bisa terbilang hebat. Paling tidak sudah ada pengunjung setia yang kerap datang ke sini walaupun saya tidak rajin ngepost. Karena saya percaya persentase pengunjung blog ini lebih banyak mengunjungi halaman mixtape dan juga berkenaan dengan post keseratus ini, maka saya ingin merayakannya dengan membagikan mixtape. Kali ini mixtapenya sengaja tidak menyertakan tracklist. Karena lagu-lagu yang ada di sini rata-rata pasti familiardi telinga banyak orang. Lagu-lagu yang bisa disebut sebagai pop dewasa kontemporer ini adalah lagu-lagu yang dulu populer pada jamannya. Jadi, tidak perlu saya sertaka...

Renjana, sebuah mixtape

Gambar
Sepanjang sejarah musik populer Indonesia, era yang jarang atau sedikit sekali mendapat publikasi adalah era 50an. Padahal di era 50an tidak sedikit penyanyi dan musisi mumpuni yang posisinya tidak dapat tergantikan hingga sekarang. Mengapa musik Indonesia era 50an yang sebenarnya menyimpan harta tak ternilai kerap terlewat begitu saja oleh banyak orang? Jawabannya klise: pendokumentasian yang buruk. Sebuah kisah nyata bangsa ini. Contohnya, mulai dari master rekaman yang sudah tidak jelas keberadaannya hingga tidak lengkapnya data-data penerbitan dari sebuah album rekaman. Sebenarnya dokumentasi industri musik Indonesia pada era-era selanjutnya juga tidak lebih baik. Namun era 50an ini yang dokumentasinya paling memprihatikan.

Joyously

Gambar
Membuat mix Natal bagi saya sama menyenangkan seperti merangkai pohon natal di rumah. Saya menikmati prosesnya dari mulai memilih, menyusun, merangkai dengan tema besar lalu membagikannya ke publik. Dan seperti prinsip pohon Natal yang menjadi penerang, lagu-lagu Natal juga dapat menerangi hari Natal dan membuat hari Natal menjadi lebih hangat. Untuk mix Natal tahun ini cukup spesial. Karena ini adalah mix Natal pertama yang saya buat di luar kota Bandung. Mulai Desember 2011, setelah 10 tahun tinggal di kota Bandung, akhirnya saya kembali ke tanah kelahiran, yakni Jakarta.

Dimas Ario's Favorite Songs of 2011

Gambar
Bulan Desember selalu akan menjadi bulan penuh list. Dimana momen akhir tahun dirayakan dengan membuat berbagai list retrospektif. Beberapa kerabat saya - para music enthusiast -  telah lebih dulu menuliskan list album dan lagu favorit mereka di tahun 2011. Silahkan simak list dari Edwin Sandi , Diantra dan Alex.  Pada list tahun kemarin , disebabkan oleh pergeseran rutinitas dalam mendengarkan album, saya tidak lagi menuliskan list album favorit. Yang ada hanyalah lagu favorit. Hal tersebut berulang lagi untuk tahun ini. Bagi saya dan mungkin juga bagi banyak orang, mendengarkan musik paling khusyuk itu saat sedang melakukan perjalanan. Lagu-lagu favorit rilisan 2011 ini sering saya dengarkan di jalan, tepatnya di jalan tol Cipularang, saat sedang berada di dalam mobil travel rute Jakarta Bandung.

Rock-N-Roll Exhibition: Dimas Ario & Pratiwi Sasotya

Gambar
Rock-n-Roll-Exhibition: Dimas Ario dan Pratiwi Sasotya One for Sorrow, Two for Joy ::  Playlist, intro, song descriptions, and (most) photos, written and handpicked by Dimas and Tya  :: When Dethu first offered Tya to submit a playlist of her own for Rock n Roll Exhibiton, her first response was to say no as she know she is incapable of making one. He said, 'Take your time and think about it'. She did. It was chatted about circa July 2010, and turns out, it took exactly a year to make. And Dimas' name popped-up in her head, he's one consistent mixtape maker. Mixtapes she enjoyed listening to. Once Dimas agreed to do a playlist together, she persuaded Dethu let them do a combo. They decided to only put duos and collaborations on the list to tie-up with the combo playlist theme. They also decided to put good ol' pop songs. There were many obscure and edgy ones already. Combining both personal preferred tunes was not a challenge, but distance is. S...

Dimas Ario's Valentine Mixtape 2011: 14 Joys and a will to be merry

Gambar
Awalnya saya tidak terpikir untuk membuat mix Valentine. Karena untuk bulan Februari, saya sudah membuat mix Year of the Rabbit dalam rangka tahun baru Cina. Sebulan sekali membagikan mix rasanya cukup. Kalau keseringan takutnya orang-orang malah bosan untuk mengunduh mixtape buatan saya. :D Tapi karena beberapa hari kemarin sudah banyak yang bertanya apakah saya akan membagikan mix Valentine, jadinya saya mempertimbangkan kembali untuk membuat mix kedua di bulan Februari.

(Mixtape) Year of the Rabbit

Gambar
Dalam mitologi Cina, hewan kelinci yang dianggap sebagai keturunan Bulan banyak menjadi perlambangan dari beberapa sifat baik seperti umur panjang, cinta damai, anggun, hingga kepekaan terhadap keindahan. Semoga semua sifat-sifat baik itu akan mendominasi kehidupan kita semua di tahun Kelinci ini. Dan untuk mengawali tahun yang kelinci, saya kembali membuat mixtape Imlek seperti yang saya lakukan juga di tahun Macan yang lalu.

2010: 20 Lagu Internasional + 10 Lagu Indonesia Terfavorit Sepanjang Tahun

Gambar
Dalam menyusun dastar tahunan, saya lebih nyaman menggunakan kata favorit daripada terbaik. Karena kata terbaik rasanya mudah untuk mengundang perdebatan. Karena tidak ada faktor pasti bagaimana sebuah album dikatakan terbaik. Oleh karena itu, saya lebih senang menggunakan kata favorit. Karena favorit sudah jelas bersifat subyektif. Tidak dapat diperdebatkan mau bagaimanapun juga. :D Untuk tahun ini - tidak seperti tahun-tahun sebelumnya -  saya memilih lagu-lagu favorit sepanjang tahun.  Mengapa saya tidak menampilkan album? Karena sejujurnya untuk tahun ini, frekuensi saya mendengarkan album secara penuh mengalami penurunan. Hanya beberapa album rilisan 2010 yang saya dengarkan secara intens. Sisanya, saya hanya dengar sepintas lalu dan pada akhirnya yang saya dengarkan intens adalah lagu-lagu favorit dalam album-album tersebut. Lagu-lagu favorit rilisan 2010 yang saya tampilkan di sini terbagi menjadi dua, yakni lagu-lagu dari musisi atau band internasi...

(Christmas Mixtape) Silent Bells, Silver Night

Gambar
Satu tahun berlalu tanpa terasa dan sebentar lagi hari Natal kembali tiba. Selain pohon Natal, kado, kue dan berbagai dekorasi yang didominasi warna merah dan hijau, Natal juga akan selalu hidup dengan lagu-lagu Natal. Seperti tradisi yang sudah saya lakukan dalam dua tahun ke belakang, tahun ini saya kembali membagikan lagu-lagu Natal pilihan yang mudah-mudahan dapat menambah warna dari perayaan Natal kalian masing-masing. Untuk tahun ini, saya sengaja memilih lagu-lagu Natal yang banyak menampilkan nuansa sendu yang kontemplatif.

Soulular Niggunim mixtape

Gambar
Terkadang lagu tidak memerlukan lirik di dalamnya. Hanya berbekal melodi yang dibungkus dengan aransemen musik saja, sebuah lagu sebenarnya sudah dapat kita nikmati. Saya selalu menyukai lagu-lagu nirlirik. Dimana melodi menjadi mandiri dan berperan sentral tanpa disertai kumpulan kata yang bercerita. Pada beberapa mixtape yang saya buat terdahulu, sebisa mungkin saya selipkan satu atau dua lagu instrumental. Memang tidak bisa banyak-banyak. Karena biasanya lagu-lagu instrumental rentan membuat orang bosan. Disebabkan pada lagu instrumental orang tidak bisa berpartisipasi aktif (bernyanyi). Hanya ada proses pasif yakni mendengar.