"Gue Asik Karena Musik"

 

Saat berkeliling di venue Soundrenaline saat sedang break magrib, saya mendapati sebuah pojok yang penuh dengan berbagai spanduk Slankers dari berbagai kota dan wilayah, mulai dari Bogor, Ciputat hingga BSD. Beberapa Slankers juga tampak duduk-duduk di sekitar areal tersebut. Mungkin jika bisa memberikan nama, areal tersebut tepat untuk diberi nama Pojok Slankers. Slank sendiri dijadwalkan sebagai penampil terakhir di Road to Soundrenaline Bandung.





Iseng-iseng saya mencoba untuk duduk di sekitar para Slankers untuk mengobrol seraya membunuh waktu di saat menunggu break Magrib usai. Saya duduk di antara para Slabors yang merupakan singkatan dari Slankers Bogor Selatan. Slabros merupakan salah satu dari 4 ranting Slankers yang ada di kota Bogor. Ada juga Slankers dari Bogor Utara, Barat dan Timur.

Mereka mengaku pertama kalinya datang ke Soundrenaline. Tahun 2012 kemarin sebenarnya mereka mau datang ke Soundrenaline di BSD. Namun seminggu sebelum acara berlangsung, pihak kepolisian Tengerang tidak memberikan ijin untuk Slank tampil dengan alasan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Yang suka rusuh itu sih oknum-oknum. Slankers-Slankers bajakan," kata Adoy salah satu anggota Slabors. "Slankers resmi kan yang punya kartu Generasi Biru. Para oknum itu ngga punya kartu hanya pakai atribut doang tapi jiwanya nggak tau."

"Kalau Slankers asli kan menjiwai musik Slank. Dan gak akan rusuh. Karena dari atasnya juga gak ngajarin kayak gitu," ujar Andi, anggota Slabors lain menambahkan. Yang mereka maksud dengan "atas" itu adalah Bim Bim dan Kaka yang telah mereka anggap sebagai panutan dan 'guru' dari para Slankers.

"Sebenarnya nggak hanya Slank sih band yang bisa buat rusuh. Tiap konser pasti ada. Band-band lebay juga bisa rusuh," lanjut Adoy. Saat saya tanya band apa yang dimaksud mereka band lebay, ternyata yang dimaksud mereka itu boyband. :D

Mengenai Soundrenaline sendiri mereka sempat menyesalkan adanya aturan yang terlalu ketat dalam hal ini batasan umur dan syarat harus memiliki dan membawa KTP untuk masuk. "Banyak Slankers yang datang jauh-jauh dan mau beli tiket tapi akhirnya gak bisa masuk karena gak punya KTP. Kasian," ungkap Fikri, salah seorang anggota Slanbors yang lain. "Padahal mereka udah nyiapin uang untuk tiket. Harusnya dari Soundrenalinenya kasih pengumuman dari jauh-jauh hari, " lanjut Fikri.

Sebenarnya, dari jauh-jauh hari pihak penyelenggara sudah mengumumkan mengenai batasan umur tersebut melalui berbagai channel komunikasinya, seperti di bilboard yang selalu ada tulisan 18+ atau melalui berbagai media. Namun sepertinya, para Slankers tersebut tidak menaruh perhatian terhadap pengumuman publik yang mudah dijumpai tersebut. Walau begitu, para Slankers tetap menikmati keseluruhan acara Soundrenaline sebagai sebuah festival musik.

"Yah gimanapun juga, Soundrenaline ini asik banget acaranya. Semua genre musik ada. Keren! Karena gue asik karena musik," ujar Fikri sambil tersenyum.


Untuk artikel lainnya mengenai Soundrenaline dapat dibaca pada http://bit.ly/SNDRNLNBDG

Komentar

  1. setelah pengalaman pertama soundrenalin di 2002. gue ga pernah nonton acara ini lagi, tapi berkesempatan manggung di acara ini beberapa kali. dan yang terakhir adalah tahun lalu kebetulan gue manggung dengan Slank menggantikan Ivanka di posisi bass yang sedang pergi haji. 10 tahun dari gue nonton slank, gue manggung dengan Slank diacara yang sama. gue ikut mereka di sepanjang road to soundrenalin 2012. dan menanggapi percakapan lo dengan slankers di blog ini..gue bisa bilang mereka sama sekali tidak rusuh. justru tertib. sepanjang gue mengikuti mereka (slank), para slankers justru tidak semenyeramkan yang gue rasain 10 tahun lalu. mereka justru sangat kooperatif dan itu disetujui oleh panitia soundrenalin sendiri ketika gue tanya langsung. dan acara ini cenderung bagus banget menurut gue dr booth2 yang ada, sound, design pangung dll.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day #11: The Like In I Love You

Lampau: Ulasan Album Centralismo - SORE