Lagu dan Album Terbaik Indonesia Sepanjang Dekade 2010

Tulisan ini merupakan naskah yang saya kirim ke Vice Indonesia untuk menjadi bahan pertimbangan mereka menentukan album dan lagu terbaik Indonesia sepanjang dekade 2010. Saya memilih 20 lagu dan 20 album Indonesia rilisan 2010 hingga 2019 yang mendefinisikan potret musik Indonesia selama 1 dekade terakhir.

       Ilustrasi oleh Bobby Satya Ramdan 

Artikelnya dapat dibaca di sini dan di sana. 

Album Indonesia Terbaik Sepanjang Dekade 2010

1.   Bangkutaman - Ode Buat Kota 

Suara keseharian kelas menengah yang sedang mengalami goncangan sosial saat kembali kota kelahiran setelah belasan tahun merantau.

 

2.   White Shoes and the Couples Company - Album Vakansi 

Album ini layaknya deretan foto Polaroid yang mengabadikan momen dan peristiwa dengan warna-warna klasik, hangat dan unik.

 

3.   Sarasvati - Story of Peter
Fase awal dari Risa Saraswati (mantan vokalis Homogenic yang kemudian berkarir solo lalu sekarang lebih dikenal sebagai penulis novel horor) untuk mengeksplorasi kemampuan supranaturalnya yang saat itu diterjemahkan melalui 7 lagu yang anggun sekaligus mengerikan.

 

4.   Frau - Starlit Carousel

Album pengenalan dari pelantun, penulis lagu dan pemain piano, Leilani Hermiasih yang sudah terbentuk karakternya sedari awal dengan karya-karyanya yang bercerita, tangkas dan efisien sehingga bagi Frau, musiknya dapat dinikmati tanpa bumbu pemanis atau penyendu. 

 

5.   Payung Teduh - Dunia Batas

Album ini menunjukkan peranan produser dapat menjadi elemen penting bagi kelangsungan perjalanan dari sebuah album. Memuat beberapa karya yang sudah pernah dirilis sebelumnya namun kali ini dimasak ulang dengan sentuhan khas sang juru masak atau produser Mondo Gascaro yang secara jitu dapat menyajikan cita rasa romantis dari Payung Teduh ke permukaan.

 

6.   The S.I.G.I.T. – Detourn

Petualangan The S.I.G.I.T. dalam dunia progresif rock yang magis dan epik. Album ini menunjukkan lompatan yang cukup jauh dari sisi penulisan lagu maupun produksi rekaman dari band yang pertama kali muncul di saat genre Garage Rock tengah menjadi primadona. 

 

7.   Tigapagi - Roekmana's Repertoire 

Sebuah album yang intens, gelap sekaligus indah yang dirilis bertepatan dengan peringatan tragedi berdarah September 1965. Melalui album ini, kita disuguhkan untaian kisah dari sang tokoh sentral, Roekmana dengan lagu demi yang terus menyambung tanpa jeda seperti kehidupan yang terus berjalan dari satu cerita ke cerita lainnya. Dari segi musikal, album ini juga mempertegas cakrawala musik Tigapagi yang selama ini kita kenal dengan paduan tangga nada Diatonik dan notasi Sunda, Damina yang pada album dibalut dengan seksi gesek yang rapat.

 

8.   Semakbelukar – Semakbelukar EP

Peninggalan terakhir dari kelompok musik asal Palembang yang mati terlalu dini. Album ini membawa musik melayu Sumatera ke tingkatan yang lebih tinggi karena dapat menjangkau dan diapresiasi oleh publik yang lebih luas.

 

9.   Pandai Besi - Daur, Baur

Intepretasi terbaik dari karya Efek Rumah Kaca memang hanya dapat dilakukan oleh personilnya sendiri. Contohnya album Daur, Baur ini yang menampilkan lagu-lagu ERK dengan aransemen yang lebih kompleks dan semakin riuh dengan kehadiran beberapa personil tambahan di luar ketiga personil inti ERK. Aransemen gaya baru ERK ini kemudian menjadi cikal bakal dari babak perjalanan musikal ERK selanjutnya. 

 

10. Tulus – Gajah

Melalui album ini Tulus ditahbiskan menjadi penyanyi Pop pria papan atas tana air melalui 9 lagu yang ramah telinga dengan produksi suara yang sangat baik. Seluruh musik yang ditampilkan dalam album ini terasa sesuai porsi dan penuh perhitungan sesuai rancangan seorang arsitek musik Pop.

 

11. Efek Rumah Kaca – Sinestesia

Setelah dua album sebelumnya yang dipenuhi lagu-lagu Indie Rock yang lugas dan minimalis, melalui Sinestesia ERK bereksperimen dengan aransemen yang semakin kaya, struktur ruang musiyang berlapis dan durasi lagu yang panjang dengan rata-rata berdurasi lebih dari 5 menit. Hasilnya sebuah mahakarya yang agung.

 

12. Silampukau - Dosa, Kota dan Kenangan

Pengamatan sosial yang tangkas, jahil sekaligus romantis dari kota Surabaya yang menjadi ruang kehidupan dari kedua personil Silampukau. Sudah sepatutnya Dosa, Kota dan Kenangan tersedia untuk didengar pada layanan in-flight entertainment di pesawat dengan rute Surabaya. 

 

13. Maliq & D’Essentials - Musik POP

Musik Pop adalah lanjutan dari rangkaian perubahan musik Maliq & D’Essentials yang telah dimulai dari album Sriwedari yang dirilis setahun sebelumnya. Kelanjutan ini sekaligus menebalkan warna musik Pop hari ini yang diusung Maliq & D’Essentials ke depannya: membawa aroma musik Pop kreatif dan music progresif Indonesia akhir 70an yang dileburkan dengan sidik jari Maliq yang soulful dan groovy. 

 

14. Theory of Discoustic - La Marupe

Bagaimana ToD meramu musik kontemporer dengan cerita rakyat dan sentuhan tradisional dari tanah kelahiran mereka di Sulawesi Selatan membawa album ini menjadi salah satu rilisan terpenting yang pernah ada di negeri ini.

 

15. Jason Ranti - Akibat Pergaulan Blues

Di tengah nuansa sendu dan romantis dari tren folk senja yang melanda kancah music independen Indonesia sejak 2015, lalu muncul sang juru selamat yang memporak-porandakan hujan, kopi, langit dan berbagai elemen syahdu lainnya pada Folk Senja dan menggantinya dengan John Kei dan Hercules, bibir rasa strawberry hingga Vodka Rusia dan sayur genjer.

 

16. Mondo Gascaro – Rajakelana

Rajakelana adalah stempel dari musik khas Mondo yang penuh dengan semilir angin, tanpa beban namun juga memiliki detail yang mengasyikkan untuk terus didengar dan ditelusuri. Bagaimana Mondo akhirnya berkembang dan melanjutkan hidupnya sebagai seorang solois dan produser musik kelas wahid dapat disimak pada seluruh lagu dalam album Rajakelana ini.

 

17. Morgue Vanguard, Doyz - Demi Masa

Kolaborasi sempurna dalam dunia yang diisi dentuman beat dan rentetan rima. Album Demi Masa seperti cerita kedua kawan yang tengah kilas balik dari kehidupan yang telah dilalui di masa lampau. Sebuah perayaan nostalgia yang sarat perenungan sekaligus bergelora.

 

18. Kunto Aji - Mantra Mantra

Judul album adalah doa. Setahun berlalu, kini banyak orang menganggap album ini adalah mantra harian mereka karena dapat terus menghangatkan dan melegakan hati. Dari segi musikal, album ini bisa jadi merupakan cetak biru bagi perjalananan musik Kunto Aji selanjutnya. 

 

19. The Adams – Agterplass

Agterplass adalah penantian 13 tahun yang terbayar tuntas dengan rasa puas.

Secara struktur dan aransemen lagu terdengar lebih kompleks dan padat namun tidak menghilangkan sidik jari musikal The Adams yang selama ini membuat kita jatuh cinta: paduan gitar berdistorsi, harmonisasi vokal yang rapat, melodi pop yang renyah dicerna serta lirik yang rendah hati dan apa adanya. 

 

20. Isyana Sarasvati – LEXICON

Melalui album ketiganya, Isyana membuka bab-bab kehidupannya yang sebelumnya tertutup rapat, kini dapat dibaca dan dinikmati banyak orang. Setelah menjalani dua album Pop yang patuh terhadap pasar, kini dengan cueknya Isyana dapat merilis lagu-lagu bergenre Neo Classical yang tidak umum disukai masyarakat. Bahkan di satu lagu, alunan Neo Classical dipadukan Isyana dengan hentakan Prog Metal yang membuatnya berpotensi menjadi bintang tamu kejutan pada Hammersonic tahun depan. 


Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Dekade 2010

 

  1. Bangku Taman - Ode Buat Kota

 

Musik pada lagu ini merupakan buah cinta dari pernikahan silang antara The Byrds dan The Velvet Underground yang brojol di sebuah rumah sakit bersalin di Jatinegara. Penggambaran video musik lagu ini yang menampilkan Jakarta yang lowong mungkin menjadi simbol perasaan banyak pekerja yang berjibaku dengan rutinitas harian di ibukota: hiruk pikuk di luar namun sepi di dalam.

 

 

  1. Frau - Mesin Penenun Hujan

 

Kidung pujian nan syahdu yang mengawali dekade 2010 ini diciptakan dan dilantukan oleh Leilani Hermiasih yang berada dalam tingkatan atmosfer yang berbeda dengan kebanyakan pelantun dan penulis lagu wanita Indonesia saat ini. 

 

 

  1. White Shoes and the Couples Company – Matahari

 

Sebuah penghargaan terhadap daerah Timur Indonesia dengan berkelana dari Jayapura, Manokwari hingga Soroako, berdansa dengan iringan Saman Doye dari Black Brothers dan juga Saimima Sistershingga tak lupa bermain sepak bola selayaknya kapten Adolf Kabo Auri, talenta terbaik kelahiran Manokwari. Berbagai catatan dari tanah Timur semakin menawan dengan bungkusan aransemen beraroma Afro Pop. 

 

 

  1. Payung Teduh - Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan

 

Lagu ini mendapat kesempatan hidup kedua setelah dirilis 4 tahun sebelumnya dan hanya berada di bawah permukaan. Di tangan dingin produser Mondo Gascaro yang menambahkan guratan seksi gesek yang menyayat serta dentingan piano yang anggun, lagu ini langsung tumbuh mekar bagaikan bunga-bunga di musim semi sekaligus mentahbiskan Payung Teduh di saat itu, menjadi produsen lagu-lagu paling romantis di Indonesia.

 

 

  1. Efek Rumah Kaca – Putih

 

9 menit 46 detik yang intens dan penuh kelokan emosional. Berkisah mengenai keniscayaan manusia: kematian dan kelahiran, ERK bercerita dengan deskriptif pada paruh awal lagu dan sarat akan perenungan pada paruh kedua lagu. Di lagu Putih ini, ERK juga dengan luwes menyebut deretan kata seperti ambulan, tahlilan hingga Wiji dalam kesatuan lagu, yang rasanya belum pernah dilakukan pada musik populer di Indonesia sebelumnya.

 

 

 

  1. Silampukau - Puan Kelana

 

Lagu perpisahan yang tidak mendayu-dayu namun menggelitik dan mengandung kearifan lokal, dalam hal ini kota Surabaya yang menjadi latar sentral dari album Dosa, Kota dan Kenangan. Bagaimana Surabaya dibandingkan dengan Paris dalam sebuah perbandingan yang tidak apple to apple melainkan anggur to anggur (Merlot dan Cap Orang Tua).

 

 

  1. Fajar Merah, Cholil Mahmud – Bunga dan Tembok

 

Perpaduan suara Fajar Merah dan Cholil Mahmud yang menyanyikan bait puisi dari Wiji Thukul ini memang berdaya cengkram kuat. Keduanya adalah bunga yang pelan tapi pasti terus menggerogoti hingga kemudian menghancurkan setiap tembok penguasa yang menjadi penghalang masyakarat.

 

 

  1. Sore – Ssst

 

Lagu ini memiliki melodi yang sangat adiktif dan ramah di telinga siapapun yang mendengarnya. Dengan hawa riang dan menyenangkanmembawa harapan baru yang positif di kala itu yang menjadi babak baru dari kelompok musik Sore sepeninggal Mondo Gascaro

 

 

  1. Banda Neira, Gardika Gigih – Sampai Jadi Debu

 

Lagu penghargaan yang ditulis Ananda Badudu untuk kisah Opa dan Omanya yang masih mesra hingga dipisahkan oleh ajal di usia senja. Sebuah harapan baik bagi siapa saja yang menjalin hubungan pernikahan. Karena itu lagu ini mulai terdengar di berbagai gereja pada pemberkataan pernikahan hingga saat ini terutama sejak digunakan jadi unofficial soundtrack dari pernikahan Raisa.

 

  1. Tulus - Jangan Cintai Aku Apa Adanya

 

Melalui lagu ini, Tulus membalikkan semua logika dan persepsi yang banyak memenuhi lagu cinta pasangan manusia pada umumnya yang mana mencintai itu artinya mencintai segala kekurangan yang ada. Di lagu ini, mencintai yang penuh Ketulusan itu berarti harus ada tuntutan atau gejolak (cemburu, marah, kesal) agar tidak mengarah ke hubungan yang datar dan menjemukan.

 

  1. Maliq & D’Essentials – Semesta

 

Sebuah interpretasi mengenai kelahiran, kehidupan dan kematian dalam sebuah lagu. Diawali dengan dentingan gitar minimalis yang lembut layaknya mengiringi kelahiran dan berangsur-angsur bertambah ramai dengan irama musik yang membuat badan untuk bergoyang sebagai representasi untuk menjalani kehidupan dengan selalu penuh semangat. Aransemen di lagu ini juga terdengar kaya dan bergizi dengan ruh musik Pop kreatif Indonesia akhir 70an.

 

 

  1. Dipha Barus, Kallula - No One Can Stop Us

 

Debut single dari DJ Dipha Barus yang ditulis dan dinyanyikan Bersama Kallula. Lagu ini menjadi anthem lantai dansa Indonesia pada dekade ini. Menampilkan lirik positif yang menjadi penyemangatjika kita menemui kesulitan hidup. Lagu ini juga mudah diterima oleh kalangan muda Indonesia karena produksi lagu yang terkini, dengan balutan irama musik Pop dan EDM yang mendominasi tangga lagu Pop internasional selama dekade 2010 ini yang uniknya juga disusupi sampling dari berbagai lagu tradisional dari tari Saman, Aceh dan irama musik Padang serta bunyi gamelan Jegog Bali.

 

  1. Joe Million – Persetan

 

Lagu pengenalan dari salah satu MC muda bertalenta negeri ini yang tanpa ampun menghabisi para target yang dirasa banyak omong kosong, mulai dari pelantun butiran debu, Mario Teguh hingga mereka yang selalu berlindung di balik mandat Sang Khalik (khusus untuk mereka ini, menurut Joe patut masuk daftar korban bom Bali).

 

 

  1. Bin Idris – Rebahan

 

Rebahan dinobatkan menjadi lagu Indonesia paling santuy dekade ini. Hanya dengan iringan gitar yang dipadukan beat drum ala keyboard Casio anak-anak dan lirik yang bercerita antara hembusan yang sejuk dan angan-angan yang tersembunyi membuat badan ini tanpa disadari perlahan patuh pada judul lagu ini.

 

  1. Mondo Gascaro – Dan Bila

 

Dengan cerdas, Mondo menggabungkan jiwa Jockie Suryoprajogo dengan Tatsuro Yamashita yang dibumbuhi sedikit elemen sinematis ke dalam satu ramuan yang bersidik jari kuat ala Mondo Gascaro. 

 

  1. Jason Ranti – Suci Maksimal

 

Lagu sindiran yang teramat menohok bagi kaum yang kerap merugikan banyak orang namun selalu bersembunyi di balik kedok agama. Bagi Jason Ranti, lagu sindiran tidak perlu disuarakan dengan lantang dan keras. Suci Maksimal adalah bukti bahwa sindiran halus (dalam arti harafiah karena cara bernyanyinya yang halus dan manis) mampu mengoyak-ngoyak dengan kata-kata yang tajam. 

 

 

  1. HIVI! – Remaja

 

“Remaja” adalah lagu pop cemerlang dari segi musik maupun lirik selaras dengan usia yang menjadi subyek penulisan lagu. Dengan melodi yang ramah dengan aransemen bernas yang diproduksi oleh tim penulis lagu terbaik dekade ini, Laleilmanino menjadikan lagu ini sebagai bentuk regenerasi dari lagu “Galih dan Ratna” gubahan Guruh Soekarnoputra yang populer di dekade 70an.

 

 

  1. Pangalo! – Menghidupi Hidup Sepenuhnya

 

Anthem penyemangat untuk siapapun yang tengah mengalami pergulatan kehidupan dengan susupan filofosi dari Albert Camus hingga mitologi Yunani yang diterjemahkan dalam bahasa keseharian.

 

 

  1. The Adams – Timur

 

Timur dibentuk oleh nada dan lirik yang penuh keyakinan dan harapan yang menjadi pegangan untuk terus melanjutkan hidup dengan tujuan baik. Liriknya dapat dihayati siapapun, baik yang sedang berjuang untuk mendapatkan cinta seseorang hingga untuk para orang tua yang semakin yakin pada tujuan hidupnya setelah anaknya lahir.

 

 

  1. Kunto Aji – Rehat

 

Sebuah mantra penenang jiwa yang terbukti ampuh dengan selipan frekuensi 396 Hz (Solfeggio Frequencies) usulan produser lagu, Petra Sihombing yang menurut penelitian bisa mengeluarkan pikiran negatif demi menyehatkan mental. Dalam lagu ini Kunto Aji menyadarkan kita agar lebih tenang dan ikhlas karena biarkanlah semesta bekerja untuk kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day #11: The Like In I Love You

Lampau: Ulasan Album Centralismo - SORE