Lima Lagu Favorit Yang Ditulis Oleh John Bettis

Pagi ini saya melihat tweet dari Wening yang menyebutkan lima besar lagu favoritnya dari boyband New Kids On The Block (NKOTB).

Boyband NKOTB adalah salah satu dari dua boyband favorit saya sepanjang masa selain Take That. Banyak sekali lagu dari NKOTB yang menjadi favorit hingga kini. Salah satu lagu favorit saya dari NKOTB ialah "If You Go Away" yang juga masuk dalam top 5 Wening. "If You Go Away" pertama dirilis sebagai single di tahun 1992 dan ada dalam album terakhir mereka sebelum bereuni, Face The Music.

NKOTB bukan boyband yang menciptakan lagu sendiri seperti Take That. Dari awal karir mereka, lagu-lagu NKOTB banyak ditulis oleh Maurice Starr yang juga menjadi produser dari album-album mereka. Baru pada album Face the Music, NKOTB tidak lagi bekerjasama dengan Maurice Starr. Mereka akhirnya bekerjasama dengan beberapa penulis lagu kawakan, salah satunya adalah John Bettis yang menulis "If You Go Away".

Setiap mendengar lagu yang saya suka, pasti saya akan langsung menelusuri siapa penciptanya. Saya pribadi biasanya lebih suka menyimak melodi dan bukan lirik. Namun pada beberapa lagu favorit saya sepanjang masa tertera nama John Bettis, sebagai lirikus. Dari situ saya mulai mengetahui namanya.




Sepanjang karirnya, John Bettis telah menulis 800 lagu yang sebagian besar menjadi hits dari banyak penyanyi populer, antara lain Madonna, Michael Jackson, Whitney Houston hingga Diana Ross. John Bettis juga yang menulis lirik dari banyak lagu hits The Carpenters seperti "Top of The World", "Goodbye to Love", "Only Yesterday" dan "Yesterday Once More".

Kebanyakan lagu yang ditulisnya bertema cinta yang telah membuat jutaan orang di dunia ini tersenyum bahagia dan sekaligus menangis sedih. Lirik-lirik John Bettis walau sekilas mungkin terdengar klise namun mampu memberi nyawa pada ratusan lagu pop balada yang tidak akan pernah lekang oleh jaman dan bisa selalu dinikmati setiap saat.

Di bawah ini adalah lima lagu favorit saya dimana nama John Bettis tertera sebagai salah satu penulis lagu:


Human Nature - Michael Jackson



Lagu balada manis dari Michael Jackson ini melodinya diciptakan oleh Steve Porcaro dari band Toto. Ketika proses pembuatan album Thriller, Steve diminta oleh produser Quincy Jones untuk menyumbangkan lagunya. Maka Steve menyerahkan sebuah kaset yang berisi demo kasar dari lagu "Human Nature" ini. Dalam demo tersebut belum ada lirik, hanya ada gumaman Steve yang menyebutkan kalimat "Why, Why" pada refren lagu. Awalnya Steve ingin menyelesaikan lirik lagu ini sendiri. Namun Quincy Jones meminta John Bettis untuk menyelesaikannya. Hasilnya, sesuai dengan bayangan Steve Porcaro. Dan petikan lirik "Why, Why" hasil gumaman Steve tetap disertakan dan malah menjadi bagian yang paling diingat dari lagu ini. Dan dalam video ini, John Bettis masih ingat bagaimana reaksi Michael Jackson ketika pertama kali mendengar lagu ciptaannya tersebut.

If You Go Away - New Kids On The Block



Lagu balada manis dari NKOTB ini ditulis oleh John Bettis bersama dua penulis lagu lainnya, Trey Lorenz dan Walter Afanasieff dan dimuat dalam album terakhir NKOTB sebelum mereka hiatus dan lalu bereuni. Bagi saya lagu ini merupakan lagu perpisahan dari era kejayaan NKOTB. Karena setelah lagu ini, NKOTB menjadi sebuah grup reuni saja yang tak lagi menghasilkan lagu yang bagus. Dan lirik yang ditulis John Bettis di lagu ini sukses mewakili perasaan saya terhadap NKOTB di kala itu yang karirnya beranjak tenggelam.


Because We Are In Love (The Wedding Song)  - The Carpenters



Lagu indah ini adalah lagu hadiah dari Richard Carpenter kepada adiknya, Karen untuk hari pernikahannya. Aransemen lagu ini begitu megah dan cantik membuat saya langsung terbayang betapa cocoknya lagu ini diputar untuk pengiring pengantin berjalan masuk ke dalam gereja menuju altar. Yang membuat lagu ini bertambah spesial adalah liriknya yang ditulis oleh John Bettis yang bisa saya katakan sebagai lirik lagu terbaik yang pernah ditulis oleh John Bettis. Dalam lagu ini John membukanya dengan mengingat keadaan masa kanak-kanak yang lebih menyenangkan dibandingkan menjadi manusia dewasa. Setelah itu, John Bettis menulis dari sudut pandang seorang calon pengantin yang merasa takut dalam menghadapi hari besarnya. Calon pengantin itu lalu mencurahkan perasaannya kepada ibunya yang kemudian memberikan nasihat dan pandangannya dan dimuat dalam refren lagu ini. Sebuah lagu cinta penuh harapan yang masih menginjak bumi.


As Long As We Got Each Other - BJ Thomas & Dusty Springfield



Salah satu serial televisi kesukaan saya di era 80an adalah Growing Pains. Serial ini menampilkan keseharian sebuah keluarga yang tinggal di Long Island, New York. Kehangatan dan kekompakkan keluarga Seaver dalam serial Growing Pains bisa saya rasakan di lagu "As Long As We Got Each Other" ini yang selalu berkumandang di pembuka setiap episode Growing Pains yang bertahan selama tujuh tahun. Lirik John Bettis pada lagu ini bisa menjadi pengingat yang baik: di kala kesulitan menimpa hidup masih ada keluarga yang akan selalu menjadi rumah yang teduh. Dan setiap saya mendengar kalimat pertama lagu ini "Show me that smile again, oh show me that smile" dapat membawa memori saya kembali ke masa kanak-kanak saat duduk manis di depan televisi  dan bersiap untuk menonton Growing Pains begitu mendengar kalimat tersebut.


Crazy For You - Madonna



Lagu ini adalah salah satu lagu balada favorit saya yang dihasilkan oleh ratu pop Madonna di era 80an sebelum musiknya kian kencang dan bernuansa klub malam seperti yang kita dengar sekarang. Saya ingat pertama mendengar lagu ini melalui rekaman video dari ayah saya yang dulu saat ia menyelesaikan studinya di Jerman sering merekam video-video musik yang diputar di stasiun tv di sana. Melalui rekaman video-video itulah saya mengenal banyak musisi yang dulu berjaya di era 80an mulai dari Duran Duran hingga Madonna. "Crazy For You" diciptakan khusus untuk soundtrack film Vision Quest maka dari itu dalam video musiknya juga terdapat beberapa cuplikan adegan dari film. John Bettis bersama penulis lagu Jon Lind menulis lagu ini setelah membaca keseluruhan skrip filmnya. Berangkat dari cerita ketika kedua tokoh utama dari film bertemu untuk pertama kalinya di sebuah klub malam. Lirik lagu ini menyiratkan sebuah hasrat seksual di antara keduanya. John Bettis sekali lagi berhasil menulis lirik yang universal walaupun lagu tersebut diciptakan khusus untuk sebuah film.


Komentar

  1. Eh.. Ganti themes blog ya kak? Anyway.. GAK KUAAATTTT baca dan denger lagu2 di sini. Terlalu banyak aura nostalgia yang langsung menyeruak ke udaraaaa.. Baru tau juga John Bettis ini siapa meskipun aku tau semua lagu di sini. Lagu carpenter bikin merinding, lagu NKOTB bikin inget jaman aku ngirim lagu ini ke pacar via request radio, dan Growing Pains debesssss.. Inget jaman SD banget.. aaah.. :')

    BalasHapus
  2. Eh gak ganti themes deng, tadi internetku lambat jadi keliatannya beda.. hahaha..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day #11: The Like In I Love You

Lampau: Ulasan Album Centralismo - SORE

Enam Lagu Yang Mendefinisikan Paloh Pop