Copyright © 2010-2013
Minggu, 10 Januari 2021

Lagu dan Album Terbaik Indonesia Sepanjang Dekade 2010

Tulisan ini merupakan naskah yang saya kirim ke Vice Indonesia untuk menjadi bahan pertimbangan mereka menentukan album dan lagu terbaik Indonesia sepanjang dekade 2010. Saya memilih 20 lagu dan 20 album Indonesia rilisan 2010 hingga 2019 yang mendefinisikan potret musik Indonesia selama 1 dekade terakhir.

Artikelnya dapat dibaca di sini dan di sana. 

Album Indonesia Terbaik Sepanjang Dekade 2010

1.   Bangkutaman - Ode Buat Kota 

Suara keseharian kelas menengah yang sedang mengalami goncangan sosial saat kembali kota kelahiran setelah belasan tahun merantau.

 

2.   White Shoes and the Couples Company - Album Vakansi 

Album ini layaknya deretan foto Polaroid yang mengabadikan momen dan peristiwa dengan warna-warna klasik, hangat dan unik.

 

3.   Sarasvati - Story of Peter
Fase awal dari Risa Saraswati (mantan vokalis Homogenic yang kemudian berkarir solo lalu sekarang lebih dikenal sebagai penulis novel horor) untuk mengeksplorasi kemampuan supranaturalnya yang saat itu diterjemahkan melalui 7 lagu yang anggun sekaligus mengerikan.

 

4.   Frau - Starlit Carousel

Album pengenalan dari pelantun, penulis lagu dan pemain piano, Leilani Hermiasih yang sudah terbentuk karakternya sedari awal dengan karya-karyanya yang bercerita, tangkas dan efisien sehingga bagi Frau, musiknya dapat dinikmati tanpa bumbu pemanis atau penyendu. 

 

5.   Payung Teduh - Dunia Batas

Album ini menunjukkan peranan produser dapat menjadi elemen penting bagi kelangsungan perjalanan dari sebuah album. Memuat beberapa karya yang sudah pernah dirilis sebelumnya namun kali ini dimasak ulang dengan sentuhan khas sang juru masak atau produser Mondo Gascaro yang secara jitu dapat menyajikan cita rasa romantis dari Payung Teduh ke permukaan.

 

6.   The S.I.G.I.T. – Detourn

Petualangan The S.I.G.I.T. dalam dunia progresif rock yang magis dan epik. Album ini menunjukkan lompatan yang cukup jauh dari sisi penulisan lagu maupun produksi rekaman dari band yang pertama kali muncul di saat genre Garage Rock tengah menjadi primadona. 

 

7.   Tigapagi - Roekmana's Repertoire 

Sebuah album yang intens, gelap sekaligus indah yang dirilis bertepatan dengan peringatan tragedi berdarah September 1965. Melalui album ini, kita disuguhkan untaian kisah dari sang tokoh sentral, Roekmana dengan lagu demi yang terus menyambung tanpa jeda seperti kehidupan yang terus berjalan dari satu cerita ke cerita lainnya. Dari segi musikal, album ini juga mempertegas cakrawala musik Tigapagi yang selama ini kita kenal dengan paduan tangga nada Diatonik dan notasi Sunda, Damina yang pada album dibalut dengan seksi gesek yang rapat.

 

8.   Semakbelukar – Semakbelukar EP

Peninggalan terakhir dari kelompok musik asal Palembang yang mati terlalu dini. Album ini membawa musik melayu Sumatera ke tingkatan yang lebih tinggi karena dapat menjangkau dan diapresiasi oleh publik yang lebih luas.

 

9.   Pandai Besi - Daur, Baur

Intepretasi terbaik dari karya Efek Rumah Kaca memang hanya dapat dilakukan oleh personilnya sendiri. Contohnya album Daur, Baur ini yang menampilkan lagu-lagu ERK dengan aransemen yang lebih kompleks dan semakin riuh dengan kehadiran beberapa personil tambahan di luar ketiga personil inti ERK. Aransemen gaya baru ERK ini kemudian menjadi cikal bakal dari babak perjalanan musikal ERK selanjutnya. 

 

10. Tulus – Gajah

Melalui album ini Tulus ditahbiskan menjadi penyanyi Pop pria papan atas tana air melalui 9 lagu yang ramah telinga dengan produksi suara yang sangat baik. Seluruh musik yang ditampilkan dalam album ini terasa sesuai porsi dan penuh perhitungan sesuai rancangan seorang arsitek musik Pop.

 

11. Efek Rumah Kaca – Sinestesia

Setelah dua album sebelumnya yang dipenuhi lagu-lagu Indie Rock yang lugas dan minimalis, melalui Sinestesia ERK bereksperimen dengan aransemen yang semakin kaya, struktur ruang musiyang berlapis dan durasi lagu yang panjang dengan rata-rata berdurasi lebih dari 5 menit. Hasilnya sebuah mahakarya yang agung.

 

12. Silampukau - Dosa, Kota dan Kenangan

Pengamatan sosial yang tangkas, jahil sekaligus romantis dari kota Surabaya yang menjadi ruang kehidupan dari kedua personil Silampukau. Sudah sepatutnya Dosa, Kota dan Kenangan tersedia untuk didengar pada layanan in-flight entertainment di pesawat dengan rute Surabaya. 

 

13. Maliq & D’Essentials - Musik POP

Musik Pop adalah lanjutan dari rangkaian perubahan musik Maliq & D’Essentials yang telah dimulai dari album Sriwedari yang dirilis setahun sebelumnya. Kelanjutan ini sekaligus menebalkan warna musik Pop hari ini yang diusung Maliq & D’Essentials ke depannya: membawa aroma musik Pop kreatif dan music progresif Indonesia akhir 70an yang dileburkan dengan sidik jari Maliq yang soulful dan groovy. 

 

14. Theory of Discoustic - La Marupe

Bagaimana ToD meramu musik kontemporer dengan cerita rakyat dan sentuhan tradisional dari tanah kelahiran mereka di Sulawesi Selatan membawa album ini menjadi salah satu rilisan terpenting yang pernah ada di negeri ini.

 

15. Jason Ranti - Akibat Pergaulan Blues

Di tengah nuansa sendu dan romantis dari tren folk senja yang melanda kancah music independen Indonesia sejak 2015, lalu muncul sang juru selamat yang memporak-porandakan hujan, kopi, langit dan berbagai elemen syahdu lainnya pada Folk Senja dan menggantinya dengan John Kei dan Hercules, bibir rasa strawberry hingga Vodka Rusia dan sayur genjer.

 

16. Mondo Gascaro – Rajakelana

Rajakelana adalah stempel dari musik khas Mondo yang penuh dengan semilir angin, tanpa beban namun juga memiliki detail yang mengasyikkan untuk terus didengar dan ditelusuri. Bagaimana Mondo akhirnya berkembang dan melanjutkan hidupnya sebagai seorang solois dan produser musik kelas wahid dapat disimak pada seluruh lagu dalam album Rajakelana ini.

 

17. Morgue Vanguard, Doyz - Demi Masa

Kolaborasi sempurna dalam dunia yang diisi dentuman beat dan rentetan rima. Album Demi Masa seperti cerita kedua kawan yang tengah kilas balik dari kehidupan yang telah dilalui di masa lampau. Sebuah perayaan nostalgia yang sarat perenungan sekaligus bergelora.

 

18. Kunto Aji - Mantra Mantra

Judul album adalah doa. Setahun berlalu, kini banyak orang menganggap album ini adalah mantra harian mereka karena dapat terus menghangatkan dan melegakan hati. Dari segi musikal, album ini bisa jadi merupakan cetak biru bagi perjalananan musik Kunto Aji selanjutnya. 

 

19. The Adams – Agterplass

Agterplass adalah penantian 13 tahun yang terbayar tuntas dengan rasa puas.

Secara struktur dan aransemen lagu terdengar lebih kompleks dan padat namun tidak menghilangkan sidik jari musikal The Adams yang selama ini membuat kita jatuh cinta: paduan gitar berdistorsi, harmonisasi vokal yang rapat, melodi pop yang renyah dicerna serta lirik yang rendah hati dan apa adanya. 

 

20. Isyana Sarasvati – LEXICON

Melalui album ketiganya, Isyana membuka bab-bab kehidupannya yang sebelumnya tertutup rapat, kini dapat dibaca dan dinikmati banyak orang. Setelah menjalani dua album Pop yang patuh terhadap pasar, kini dengan cueknya Isyana dapat merilis lagu-lagu bergenre Neo Classical yang tidak umum disukai masyarakat. Bahkan di satu lagu, alunan Neo Classical dipadukan Isyana dengan hentakan Prog Metal yang membuatnya berpotensi menjadi bintang tamu kejutan pada Hammersonic tahun depan. 


Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Dekade 2010

 

  1. Bangku Taman - Ode Buat Kota

 

Musik pada lagu ini merupakan buah cinta dari pernikahan silang antara The Byrds dan The Velvet Underground yang brojol di sebuah rumah sakit bersalin di Jatinegara. Penggambaran video musik lagu ini yang menampilkan Jakarta yang lowong mungkin menjadi simbol perasaan banyak pekerja yang berjibaku dengan rutinitas harian di ibukota: hiruk pikuk di luar namun sepi di dalam.

 

 

  1. Frau - Mesin Penenun Hujan

 

Kidung pujian nan syahdu yang mengawali dekade 2010 ini diciptakan dan dilantukan oleh Leilani Hermiasih yang berada dalam tingkatan atmosfer yang berbeda dengan kebanyakan pelantun dan penulis lagu wanita Indonesia saat ini. 

 

 

  1. White Shoes and the Couples Company – Matahari

 

Sebuah penghargaan terhadap daerah Timur Indonesia dengan berkelana dari Jayapura, Manokwari hingga Soroako, berdansa dengan iringan Saman Doye dari Black Brothers dan juga Saimima Sistershingga tak lupa bermain sepak bola selayaknya kapten Adolf Kabo Auri, talenta terbaik kelahiran Manokwari. Berbagai catatan dari tanah Timur semakin menawan dengan bungkusan aransemen beraroma Afro Pop. 

 

 

  1. Payung Teduh - Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan

 

Lagu ini mendapat kesempatan hidup kedua setelah dirilis 4 tahun sebelumnya dan hanya berada di bawah permukaan. Di tangan dingin produser Mondo Gascaro yang menambahkan guratan seksi gesek yang menyayat serta dentingan piano yang anggun, lagu ini langsung tumbuh mekar bagaikan bunga-bunga di musim semi sekaligus mentahbiskan Payung Teduh di saat itu, menjadi produsen lagu-lagu paling romantis di Indonesia.

 

 

  1. Efek Rumah Kaca – Putih

 

9 menit 46 detik yang intens dan penuh kelokan emosional. Berkisah mengenai keniscayaan manusia: kematian dan kelahiran, ERK bercerita dengan deskriptif pada paruh awal lagu dan sarat akan perenungan pada paruh kedua lagu. Di lagu Putih ini, ERK juga dengan luwes menyebut deretan kata seperti ambulan, tahlilan hingga Wiji dalam kesatuan lagu, yang rasanya belum pernah dilakukan pada musik populer di Indonesia sebelumnya.

 

 

 

  1. Silampukau - Puan Kelana

 

Lagu perpisahan yang tidak mendayu-dayu namun menggelitik dan mengandung kearifan lokal, dalam hal ini kota Surabaya yang menjadi latar sentral dari album Dosa, Kota dan Kenangan. Bagaimana Surabaya dibandingkan dengan Paris dalam sebuah perbandingan yang tidak apple to apple melainkan anggur to anggur (Merlot dan Cap Orang Tua).

 

 

  1. Fajar Merah, Cholil Mahmud – Bunga dan Tembok

 

Perpaduan suara Fajar Merah dan Cholil Mahmud yang menyanyikan bait puisi dari Wiji Thukul ini memang berdaya cengkram kuat. Keduanya adalah bunga yang pelan tapi pasti terus menggerogoti hingga kemudian menghancurkan setiap tembok penguasa yang menjadi penghalang masyakarat.

 

 

  1. Sore – Ssst

 

Lagu ini memiliki melodi yang sangat adiktif dan ramah di telinga siapapun yang mendengarnya. Dengan hawa riang dan menyenangkanmembawa harapan baru yang positif di kala itu yang menjadi babak baru dari kelompok musik Sore sepeninggal Mondo Gascaro

 

 

  1. Banda Neira, Gardika Gigih – Sampai Jadi Debu

 

Lagu penghargaan yang ditulis Ananda Badudu untuk kisah Opa dan Omanya yang masih mesra hingga dipisahkan oleh ajal di usia senja. Sebuah harapan baik bagi siapa saja yang menjalin hubungan pernikahan. Karena itu lagu ini mulai terdengar di berbagai gereja pada pemberkataan pernikahan hingga saat ini terutama sejak digunakan jadi unofficial soundtrack dari pernikahan Raisa.

 

  1. Tulus - Jangan Cintai Aku Apa Adanya

 

Melalui lagu ini, Tulus membalikkan semua logika dan persepsi yang banyak memenuhi lagu cinta pasangan manusia pada umumnya yang mana mencintai itu artinya mencintai segala kekurangan yang ada. Di lagu ini, mencintai yang penuh Ketulusan itu berarti harus ada tuntutan atau gejolak (cemburu, marah, kesal) agar tidak mengarah ke hubungan yang datar dan menjemukan.

 

  1. Maliq & D’Essentials – Semesta

 

Sebuah interpretasi mengenai kelahiran, kehidupan dan kematian dalam sebuah lagu. Diawali dengan dentingan gitar minimalis yang lembut layaknya mengiringi kelahiran dan berangsur-angsur bertambah ramai dengan irama musik yang membuat badan untuk bergoyang sebagai representasi untuk menjalani kehidupan dengan selalu penuh semangat. Aransemen di lagu ini juga terdengar kaya dan bergizi dengan ruh musik Pop kreatif Indonesia akhir 70an.

 

 

  1. Dipha Barus, Kallula - No One Can Stop Us

 

Debut single dari DJ Dipha Barus yang ditulis dan dinyanyikan Bersama Kallula. Lagu ini menjadi anthem lantai dansa Indonesia pada dekade ini. Menampilkan lirik positif yang menjadi penyemangatjika kita menemui kesulitan hidup. Lagu ini juga mudah diterima oleh kalangan muda Indonesia karena produksi lagu yang terkini, dengan balutan irama musik Pop dan EDM yang mendominasi tangga lagu Pop internasional selama dekade 2010 ini yang uniknya juga disusupi sampling dari berbagai lagu tradisional dari tari Saman, Aceh dan irama musik Padang serta bunyi gamelan Jegog Bali.

 

  1. Joe Million – Persetan

 

Lagu pengenalan dari salah satu MC muda bertalenta negeri ini yang tanpa ampun menghabisi para target yang dirasa banyak omong kosong, mulai dari pelantun butiran debu, Mario Teguh hingga mereka yang selalu berlindung di balik mandat Sang Khalik (khusus untuk mereka ini, menurut Joe patut masuk daftar korban bom Bali).

 

 

  1. Bin Idris – Rebahan

 

Rebahan dinobatkan menjadi lagu Indonesia paling santuy dekade ini. Hanya dengan iringan gitar yang dipadukan beat drum ala keyboard Casio anak-anak dan lirik yang bercerita antara hembusan yang sejuk dan angan-angan yang tersembunyi membuat badan ini tanpa disadari perlahan patuh pada judul lagu ini.

 

  1. Mondo Gascaro – Dan Bila

 

Dengan cerdas, Mondo menggabungkan jiwa Jockie Suryoprajogo dengan Tatsuro Yamashita yang dibumbuhi sedikit elemen sinematis ke dalam satu ramuan yang bersidik jari kuat ala Mondo Gascaro. 

 

  1. Jason Ranti – Suci Maksimal

 

Lagu sindiran yang teramat menohok bagi kaum yang kerap merugikan banyak orang namun selalu bersembunyi di balik kedok agama. Bagi Jason Ranti, lagu sindiran tidak perlu disuarakan dengan lantang dan keras. Suci Maksimal adalah bukti bahwa sindiran halus (dalam arti harafiah karena cara bernyanyinya yang halus dan manis) mampu mengoyak-ngoyak dengan kata-kata yang tajam. 

 

 

  1. HIVI! – Remaja

 

“Remaja” adalah lagu pop cemerlang dari segi musik maupun lirik selaras dengan usia yang menjadi subyek penulisan lagu. Dengan melodi yang ramah dengan aransemen bernas yang diproduksi oleh tim penulis lagu terbaik dekade ini, Laleilmanino menjadikan lagu ini sebagai bentuk regenerasi dari lagu “Galih dan Ratna” gubahan Guruh Soekarnoputra yang populer di dekade 70an.

 

 

  1. Pangalo! – Menghidupi Hidup Sepenuhnya

 

Anthem penyemangat untuk siapapun yang tengah mengalami pergulatan kehidupan dengan susupan filofosi dari Albert Camus hingga mitologi Yunani yang diterjemahkan dalam bahasa keseharian.

 

 

  1. The Adams – Timur

 

Timur dibentuk oleh nada dan lirik yang penuh keyakinan dan harapan yang menjadi pegangan untuk terus melanjutkan hidup dengan tujuan baik. Liriknya dapat dihayati siapapun, baik yang sedang berjuang untuk mendapatkan cinta seseorang hingga untuk para orang tua yang semakin yakin pada tujuan hidupnya setelah anaknya lahir.

 

 

  1. Kunto Aji – Rehat

 

Sebuah mantra penenang jiwa yang terbukti ampuh dengan selipan frekuensi 396 Hz (Solfeggio Frequencies) usulan produser lagu, Petra Sihombing yang menurut penelitian bisa mengeluarkan pikiran negatif demi menyehatkan mental. Dalam lagu ini Kunto Aji menyadarkan kita agar lebih tenang dan ikhlas karena biarkanlah semesta bekerja untuk kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 10 Desember 2018

Dimas Ario's Favorite Songs of 2018 Part 1: Mungkin Terlewat

Pada list tahunan untuk 2018 ini saya akan menyortir lagu-lagu favorit ke dalam beberapa playlist dengan tema yang berbeda. Ini adalah seri pertama dari Dimas Ario's Favorite Songs of 2018.



Setiap minggu ada puluhan ribu lagu baru yang dirilis dan tersedia pada berbagai layanan music streaming. Dari puluhan ribu itu mungkin hanya sekitar 10% yang tersedia untuk diakses pada halaman utama dari layanan musik atau masuk dalam beberapa playlist populer yang memiliki jumlah pengikut ratusan ribu orang. Sisanya, tertimbun di hutan algoritma sehingga kemungkinannya semakin kecil untuk lagunya mudah untuk terekspos kepada para pendengar non penggemar.

Lagu-lagu pada playlist ini yang terdiri dari musisi dan band dari Bandung, Jogja, Surabaya, Malang, Semarang hingga Lombok kurang lebih mengalami situasi yang seperti itu: rata-rata angka putarnya kurang dari 1000.

Di antaranya memang banyak pendatang baru namun ada juga musisi yang namanya sudah cukup bergaung namun karya terbarunya tidak cukup banyak meraih telinga banyak orang. Walaupun begitu, beberapa lagu ini pada playlist ini ada juga yang bisa mencapai jumlah putar hingga puluhan ribu walaupun tidak tersedia pada halaman utama atau playlist populer kurasi tim editorial. Kalau kasus seperti itu berarti militansi para penggemarnya patut diacungi jempol.

Jika ada lagu yang disukai dari musisi atau band dalam playlist ini, silakan simpan pada playlist pribadi atau dapat bagikan linknya ke media sosial.

Mungkin Terlewat
Dimas Ario's Favorite Songs of 2018 Part 1:

1. Waterfall - Mery Kasiman
2. Midnight Thought - Oslo Ibrahim
3. Always Be You - DAMUS
4. Mokase - Dream Cotarie
5. Broken Parts - Bedcover Scene
6. Pathless - Humidumi
7. Hilang - Mothern
8. If Looks Could Kill - Lonervats
9. Blue Lights - Lonely Crowds, Monsdim
10. Selepas Hujan - Junior Soemantri
11. Kramat Lontar - Orchest Stamboel
12. Pendar - Kota & Ingatan
13. You - Dizzyhead
14. Mata Serigala - Badai Sampai Sore
15. Coldwave - Jessla
16. Pretty Pretty - Iyam.
17. Dope - Sabiella Maris
18. Aku - Summerchild
19. Yang Berlalu Biar Berlalu - Rasukma
20. Inthrovvert - The Dare
21. Oversized Love - Rrefal
22. And Time Froze - Duara





Senin, 26 November 2018

Nirdeteksi: Kabar Burung

Jatuh cinta pada pendengaran pertama. Itu yang saya alami dengan sebuah band dari Timur Jakarta bernama Kabar Burung saat menyaksikan mereka tampil di Kios Ojo Keos malam minggu kemarin. Dari intro lagu pertama yang dibawakan secara Acapella sudah langsung membuat saya terkesima. Hati saya memang kerap lumer jika mendapat suguhan lagu-lagu melodius terlebih dengan harmonisasi vokal yang indah.
Rabu, 14 November 2018

Nostalgic Summer of an Escapist Dream Part II

Tahun 2010 saat lagi gemar mendengarkan musik-musik chillwave/glo-fi/hypnagogic pop, saya membuat mix bertajuk Nostalgic Summer of an Escapist Dream, berisi lagu-lagu sejenis yang dulu dibuat dalam format MP3 yang bisa diunduh di blog.

8 tahun setelah itu, di saat saya sedang meneruskan kegemaran terhadap musik-musik Jepang 70an-80an yang sudah dimulai sejak 3 tahun lalu, saya menyadari ada beberapa kesamaan kata kunci (nostalgia, musim panas, pantai, dll) antara musik-musik chillwave tersebut dengan beberapa rilisan dari para musisi Jepang yang pada era akhir 70an dan di awal 80an mulai bermain-main dengan perangkat Synthesizer. Kata-kata kunci yang sama pada 2 tahun terakhir juga mulai banyak digunakan oleh para musisi dengan label Vaporwave yang kerap menggunakan musik-musik pop Jepang era 80an sebagai sampling sekaligus mengenalkannya ke dunia barat berkat algoritma YouTube.

Karena kesamaan itulah, sekarang ini saya kembali membuat mix yang tanpa sengaja jadi seperti kelanjutan dari mix yang saya buat di tahun 2010 tersebut. Jika mix 2010 terdiri dari lagu-lagu rilisan terbaru saat itu, pada mix 2018 ini menampilkan musik-musik dari era akhir 70an hingga 80an dari musisi Jepang dan juga musisi luar Jepang yang berkarir dan populer di Jepang. Masih dihiasi dengan suara debur ombak yang sugestif, semoga mix ini bisa jadi soundtrack yang selaras untuk beraktivitas di pesisir atau paling nggak soundtrack di kala mendung seperti hari-hari belakangan ini.

Kamis, 01 November 2018

Menonton Konser Paul McCartney

Salah satu wish list konser yang harus ditonton di hidup ini, semalam sudah dicentang dengan menghadiri konser Paul McCartney di Tokyo Dome, Jepang. Bersyukur sekali masih bisa dapat tiket konser Paul McCartney walau belinya terhitung dadakan.






Awalnya istri saya bermaksud ingin memberi kejutan dengan diam-diam membeli tiket konser Paul McCartney. Tapi karena ia tidak punya kartu kredit dan pembayaran dengan kartu debitnya ternyata tidak berhasil dilakukan, akhirnya ia membatalkan rencana kejutan dengan memberitahu saya soal konser Paul McCartney di Jepang ini. Tanpa pikir panjang saya langsung menyambut rencana tersebut. Karena harapan McCartney mampir ke Asia Tenggara masih tipis jadi menontonnya di Jepang merupakan keputusan yang tepat untuk saat ini.

Sepertinya Jepang merupakan satu-satunya negara Asia favoritnya. Ia sudah mengunjungi Jepang beberapa kali, dari zaman The Beatles, Wings hingga karir solonya. Bahkan ia pernah menghabiskan 9 hari di penjara Jepang karena tertangkap membawa mariyuana. 

Di beberapa kesempatan pada konser semalam, McCartney selalu menyapa penggemarnya dalam bahasa Jepang yang tentunya disambut meriah. Bahkan pada layar video yang ada di samping kanan dan kiri panggung ada terjemahan dalam bahasa Jepang setiap kali McCartney berbicara. Beberapa kali ia bertanya ke penonton apakah terjemahan sudah berjalan dengan baik atau belum.


Rabu, 10 Oktober 2018

Dewa 19 Reunion di Synchronize Festival 2018

Pada saat Synchronize Festival mengumumkan Dewa 19 featuring Ari Lasso dan Once Mekel menjadi salah satu lineup, saya sangat antusias. Soalnya formasi reuni Dewa yang kerap tampil di berbagai acara selama kurang lebih 5 tahun terakhir selalu hanya menghadirkan Ari Lasso. Karena itu repertoar yang dibawakan lebih banyak dari album-album Dewa era 90an. 

Sebenarnya saya juga senang dengan formasi awal Dewa 19. Album Pandawa Lima sampai saat ini masih bercokol di urutan pertama pada daftar pribadi album Dewa paling favorit. Namun saya juga kangen mendengar lagu-lagu di dua album Dewa pada awal 2000an dibawakan secara live. Dari hasil googling, panggung Dewa 19 reuni bersama Ari Lasso dan Once terakhir terjadi di Malang pada tahun 2016.


Saya lupa-lupa ingat kapan terakhir saya menyaksikan Dewa dengan formasi Once. Saya hanya ingat satu momen menyaksikan Dewa dengan vokalis Once yakni di Cafe Lamborghini, Jakarta di periode awal 2000an.
Sabtu, 30 Desember 2017

Lagu-Lagu Indonesia Terfavorit Sepanjang 2017


Kembali lagi ke ritual menyenangkan menjelang akhir tahun yakni menyusun lagu-lagu favorit yang dirilis sepanjang tahun. Tahun ini menginjak tahun kesebelas saya membuat daftar musik-musik favorit tahunan, yang dulu saya mulai di almarhum Multiply.

Biasanya lagu-lagu yang sudah terpilih saya susun dalam satu playlist. Di zaman Multiply dan era-era awal menulis di Madahbakti, saya membagikan playlist untuk dapat diunduh. Dalam empat tahun terakhir seiring dengan konsumsi streaming semakin besar, saya menyediakan playlist di berbagai layanan streaming. Namun di tahun ini, saya mengalami kesulitan saat ingin memasukkan semua lagu favorit dalam satu playlist.

Alasan pertama, karena musisi dan band Indonesia menyebarkan musiknya dalam berbagai platform yang berbeda-beda. Ada yang hanya menggunakan YouTube, ada yang menjadi pengguna Bandcamp yang setia, ada yang lebih nyaman di Soundcloud saja, ada juga yang sama sekali tidak tersedia dalam ranah digital. Alasan kedua, setelah saya sortir jumlah lagu-lagu terfavorit, ternyata ada lebih dari 50 lagu yang terdiri dari berbagai genre musik. Jadinya kalau dipaksakan dalam satu playlist yang sama juga akan terdengar acak dan membutuhkan komitmen waktu yang cukup besar untuk mendengarkan dari awal hingga akhir.

Karena itu, untuk lagu-lagu Indonesia terfavorit tahun ini saya mencoba untuk menyusunnya berdasarkan kategori genre dan menulis daftarnya saja. Jadi tidak lagi tersusun dalam sebuah playlist. Jika kalian menyukai beberapa lagu yang ada dalam daftar ini, silakan masukkan lagu-lagu tersebut dalam playlist pribadi. Semua lagu dalam daftar ini dirilis dalam periode Desember 2016 hingga Desember 2017.

2017 adalah tahun yang sangat dinamis bagi musik Indonesia. Dari munculnya bintang-bintang baru, album-album yang lama dinantikan akhirnya dirilis juga, konser-konser dan festival musik yang kerap habis terjual tiketnya dan selalu dipenuhi penonton, menjamurnya tempat pertunjukkan berskala kecil di ujung-ujung Jakarta yang menjadi kawah candradimuka bagi band-band kotamadya sekitar, beragam kolaborasi yang menyegarkan, lagu-lagu Indonesia yang mendulang puluhan juta view di YouTube hingga perayaan kebangkitan musik-musik Indonesia lama.

Salut untuk semua musisi Indonesia yang berkarya sepanjang tahun ini. Bersulang untuk musik Indonesia yang lebih baik lagi di 2018.


Kolaborasi 


Manual Hidup Hepi Bab 1.1 - Rand Slam x Jason Ranti 


OM PMR feat Kunto Aji - Too Long to be Alone


Lazuardi - Zeke Khaseli & Yudhi Arfani & Cholil Mahmud


Perbatasan - Filastine & Nova 


Tigapagi & Danilla - Tidur Bersama


Gelembung Kaca - Puti Chitara & Cholil Mahmud 


Sweet Talk - Sheryl Sheinafia & Rizky Febian feat.. Chandra Liow


Sembunyi - Frau & Restu Ratnaningtyas


Check Your People – Morgue Vanguard x Doyz 



Indie Rock/Alternative


Rangkum – Polka Wars


Fana – Mooner


Amelie – Barefood


Meramu - Danilla


Meranggas – Pelteras


Void - Heals


Highway – Jaminan Mutu


We’re Lot Like You – Hightime Rebellion


Inner Space – Gud Hardan


Is It the Answer – Reality Club


Rintik – Pandai Besi


Menit – Anomalyst


Preclear  - Glaskaca


I’m Ok - Suasanasabtupagi


Surfin’ Java – The Mentawais



Indiepop


Yesterday Is Gone - The Cottons


Coolibah ’97 – Moonbeams


Out of Line – Bedchamber


Lagu Pagi  - Cleve


Singgah Dunia – Grup Musik Hari Libur


Then I Put My Lips On Your Head – Humsikk


I Am You – Secret Meadow




Folk 


Suci Maksimal – Jason Ranti


Mainan – Adrian Yunan


Love Is  - Duta Pamungkas feat. Achi Hardjakusumah


Bapak - Iksan Skuter 


Lagu Wajib - Sisir Tanah


Soon Finland - The Girl with the Hair


Puisi Pagi - MarcoMarche 




Pop


Senang – MALIQ & D’Essentials


Bad Company – Rendy Pandugo


Remaja – HIVI!


Selalu Muda – Payung Teduh


Nostalgia – Calvin Jeremy


Antri Yuk - Nonaria




Hip Hop 


Ayat – Rand Slam


Third Freestyle – Yosugi feat. Shotgundre


Sans Sheriff – Juta


Dalli Nestra – Senartogok


Cozy - Basboi





Soul/R&B


I Like U - NIKI


Tersenyumlah – Dimas Pradipta feat. Adinda Shalahita & Rayi Putra


Katakan Saja – Revo Marty


Let Me - Teddy Adhitya


Agis Kania – Baby You


Pretty Girl – Rayi Putra


Pure Fantasy – Atlesta


Wreck This Journal – Coldiac


Let Go – Emir Hermono feat. Daaliah




Jazz


Suatu Saat Di Jakarta (Trio Version)  - Johannes Rusli & Andy Gomez feat. Nesia Ardi, Odi Purba & Elfa Zulham


Transition – Rafi Muhammad


News of the Weird – Kristian Dharma


Dimensions – Gerald Situmorang


Stand Still - Jordy Waelauruw feat. Kunto Aji



Electronica


East Indies – Bottlesmoker feat. Kronutz


Un Deux Trois – Mantra Vutura


It’s Gonna Be Alright – Logic Lost


Only You – Eigengrau


Fin – Arrio



Ska

Lhaiki - Sentimental Moods



New Age


Gardika Gigih - Kereta Senja




Kamis, 03 Agustus 2017

Tiba Tiba Suddenly Konser Again Efek Rumah Kaca

Tiba Tiba Suddenly Konser dari Efek Rumah Kaca tahun lalu sepertinya meninggalkan kesan yang manis bagi banyak orang. Saat publik mengetahui bahwa vokalis Cholil Mahmud saat ini sedang berada di Indonesia, banyak komentar yang masuk di akun media sosial ERK yang meminta kami untuk kembali membuat konser dadakan. Lucu juga kedatangan Cholil sementara waktu ke Indonesia jadi identik dengan konser dadakan. Permintaan pun semakin bertambah saat kami merilis jadwal di bulan Juli dan tidak ada satu pun jadwal yang berada di Jakarta. 

Karena desakan permintaan yang begitu banyak ditambah dengan jadwal ERK sejauh ini yang tidak ada yang di Jakarta, maka saat direktur RURUradio, Oomleo mengajukan ide untuk membuat konser dadakan untuk kedua kalinya, tidak pikir panjang saya mewakili manajemen ERK, langsung mengiyakan. 

Karena jadwal akhir pekan Efek Rumah Kaca sudah penuh maka mau tidak mau konser kembali diadakan di hari kerja seperti tahun lalu. Jaman sekarang penduduk Jakarta juga semakin gemar bersenang-senang hingga larut malam di hari kerja sementara besok pagi kembali beraktivitas. 



Seminggu sebelum hari H, kami baru bergerak mencari sponsor dan tentu saja tidak ada brand yang menyanggupi mengucurkan uang dalam hitungan hari. Akhirnya seperti Tiba Tiba Suddenly Konser tahun lalu, Tiba Tiba Suddenly Konser Again juga diselenggarakan secara mandiri tanpa sponsor atau donatur. 

Untungnya keluarga besar Efek Rumah Kaca dan RURUradio memiliki tim yang sigap dan tangkas yang terbiasa kerja mepet deadline dan mepet uang juga. :D Beberapa persoalan teknis yang akan membuat budget membengkak dengan cepat dipangkas. Begitu juga dengan ide-ide konten yang akan ditampilkan di panggung yang dirasa terlalu membutuhkan usaha yang banyak, juga ditiadakan.

Khusus mengenai konten, sebisa mungkin kami tidak mau mengulang konsep yang sudah digunakan pada Tiba Tiba Suddenly Konser tahun lalu. Dalam mempersiapkan konten juga jalannya tidak selalu mulus yang membuat tegang-tegang di menit-menit akhir. Misalnya Oomleo yang hardisknya tiba-tiba ngadat saat sedang membuat teks karaoke atau saat beberapa orang yang kami minta untuk turut  hadir dan berbicara di atas panggung sampai detik-detik terakhir ternyata membatalkan kesediaannya karena masih terjebak meeting atau ada acara lainnya yang tidak bisa ditinggal. 

Kami semua maklum dengan keadaan tersebut. Karena memang semuanya serba mendadak. Jika publikasi konser tahun lalu dilakukan 24 jam sebelum acara, kali ini publikasi dilakukan H min 2 sebelum acara agar lebih banyak orang lagi yang tidak telat mengetahui info mengenai konser.

Satu hal yang selalu mengundang rasa salut adalah antusiasme dan tertibnya para penonton di Tiba Tiba Suddenly Konser Again. Dua jam sebelum tiket booth dibuka, calon penonton sudah mulai mengantri. Dalam waktu satu jam setelah penjualan tiket resmi dibuka, 1000 tiket langsung ludes. 



Penjualan merchandise resmi Efek Rumah Kaca dan juga sablon t-shirt konser dari teman-teman Grafis Huru Hara juga laris manis bahkan sebelum konser dimulai. Sepanjang konser juga para penonton kompak untuk terus duduk agar pandangan ke panggung lebih enak menyesuaikan keadaan panggung yang tidak begitu tinggi. 





Aksi duduk ini pun akhirnya kalah juga dengan irama dangdut kontemporer dari bintang tamu kejutan OM PMR. 






Total durasi konser kurang lebih 4 jam dengan penonton sebanyak 2500 orang. Semua puas dan senang. 




Semua foto oleh Yose Riandi